Tanda Ban Mobil Harus Diganti
Tanda Ban Mobil Harus Diganti Pemilik kendaraan wajib memperhatikan kondisi roda demi menjamin keselamatan selama menempuh perjalanan. Ban yang sudah tidak layak pakai akan mengurangi daya cengkeram pada aspal dan memperbesar risiko kecelakaan fatal. Oleh karena itu, Anda harus memahami kapan waktu yang tepat untuk memperbarui komponen vital ini agar performa kendaraan tetap stabil di berbagai medan jalan.
Mengenali Indikasi Keausan Fisik Ban
Anda dapat mengamati indikator pertama yang paling mudah melalui kondisi fisik permukaan karet. Setiap ban memiliki tanda khusus bernama Tread Wear Indicator (TWI) yang berfungsi sebagai batas aman ketebalan tapak. Jika permukaan ban sudah sejajar dengan tanda tersebut atau ketebalannya kurang dari 1,6 mm, maka daya cengkeram ban akan hilang secara drastis.
Selain itu, Anda perlu memperhatikan munculnya benjolan atau retakan halus pada bagian dinding samping ban. Benjolan tersebut biasanya menandakan adanya kerusakan pada struktur kawat di dalam karet yang sangat berbahaya saat mobil melaju kencang. Jika Anda menemukan tanda-tanda kerusakan ini, segera lakukan penggantian tanpa menunda waktu lebih lama lagi.
Batasan Usia dan Jarak Tempuh
Meskipun tampilan luar tampak masih cukup tebal, elastisitas material karet pasti menurun seiring berjalannya waktu. Secara umum, para ahli menyarankan Anda mengganti ban yang sudah memasuki usia penggunaan 3 hingga 5 tahun. Hal ini terjadi karena kompon karet akan mengeras dan menjadi lebih rapuh sehingga rentan pecah saat menghadapi suhu jalan yang panas.
Selain faktor usia, Anda juga harus memperhatikan parameter jarak tempuh yang sangat penting. Ban biasanya memiliki batas penggunaan optimal setelah menempuh jarak sekitar 40.000 hingga 50.000 kilometer. Setelah melewati angka tersebut, fleksibilitas ban akan berkurang sehingga Anda pasti merasakan kenyamanan berkendara yang berbeda jika membandingkannya dengan kondisi ban baru.
Prosedur Penggantian Roda yang Benar
Keahlian mengganti ban sendiri merupakan kemampuan darurat yang wajib Anda miliki sebagai pengendara mobil. Langkah pertama, Anda harus memarkir kendaraan pada tempat yang rata dan menarik rem tangan secara kuat. Kemudian, kendurkan semua baut roda menggunakan kunci yang sesuai sebelum Anda mengangkat bodi mobil memakai bantuan dongkrak.
Setelah posisi mobil terangkat, segera lepaskan roda yang lama dan pasang ban cadangan pada porosnya secara sejajar. Kencangkan baut secara menyilang agar tekanan pada pelek terbagi secara merata dan posisi ban tidak miring. Terakhir, turunkan dongkrak secara perlahan dan pastikan tekanan angin ban sudah sesuai dengan standar yang produsen kendaraan Anda anjurkan.
Baca juga : SUV Starlight 560 Resmi Meluncur
Tips Perawatan Agar Lebih Awet
Anda perlu melakukan perawatan rutin secara disiplin supaya usia pakai ban bisa bertahan lebih lama. Lakukan pemeriksaan tekanan angin setidaknya sebulan sekali karena tekanan yang kurang akan menyebabkan keausan yang tidak merata. Selain itu, hindari membawa beban yang melebihi kapasitas maksimal kendaraan agar dinding ban tidak bekerja terlalu keras.
Proses rotasi ban setiap 10.000 kilometer juga sangat membantu untuk menyeimbangkan tingkat keausan antara roda depan dan belakang. Di sisi lain, pastikan Anda rutin melakukan penyetelan sudut roda atau spooring agar mobil tidak menarik ke satu sisi saat Anda mengemudi. Dengan perawatan yang tepat, Anda tidak hanya menghemat biaya tetapi juga meningkatkan standar keselamatan bagi seluruh penumpang.
